Wednesday, August 09, 2006

untitled

Aku memilih untuk melanjutkan hidupku. Apapun yang terjadi kemarin, hal itu tak akan dapat menghentikan langkahku.

Tidakkah kau sempat bersedih?
Aku memilih untuk tidak merasakan kesedihan itu.

Kau tidak bersedih?
Kau kira aku bukan manusia? Kau kira aku tidak bisa merasakan kesedihan? Ya tentu saja aku sedih. Aku bahkan menangis. Sekarang kau bisa yakin, ya aku memang manusia biasa. Dua puluh satu tahun persahabatanmu denganku, pasti selama itu pula kau menunggu untuk melihatku menangis.

Tapi kemana Akal yang kau agung-agungkan sejak dulu?
Akal meninggalkanku sejak detik pertama pertemuanku dengan Dia. Ketika Dia pergi, aku memilih untuk meninggalkan Hati di tempat kami berpisah. Selangkah setelah aku berjalan, aku bertemu kembali dengan Akal. Aku berlutut di depannya dan memohonnya untuk tidak pernah tinggalkan aku lagi.

Bagaimana dengan Hati, tidakkah dia pernah menyusulmu?
Satu hal yang belum kuceritakan padamu, aku tidak sekedar meninggalkannya, aku mengikatnya, sehingga dia tidak pernah bisa menyusulku.

Hati pasti merasa kesepian...
Hati bukan teman yang baik. Hati cemburu pada Akal yang selalu menjadi kawan baikku. Ketika Dia bertemu denganku, rupanya saat itulah Hati melancarkan rencananya. Hati menguasaiku dan entah bagaimana mengusir Akal keluar dari diriku.

Kau tidak sempurna lagi...
Lebih baik begitu daripada merasakan lagi apa yang pernah kurasakan.

Akal tidak selalu baik padamu...
Setidaknya dia selalu mengajakku berdiskusi mengenai segala sesuatu. Dia tidak pernah memaksaku untuk melakukan sesuatu, dia tidak pernah mencoba menguasaiku.

Bukan dirimu yang berbicara saat ini..
Aku bahkan tidak dapat mengenali diriku lagi, tapi itu tidak menjadi masalah. Akal tidak akan mencelakakanku.

Apa kau bisa yakin?
....

Tidakkah kau merindukan Hati?
Tidak!!

Sedikitpun?
.....
.....
.....
Aku sudah lupa tempat dimana aku mengikatnya...

Inginkah kau kutemani mencarinya?
Dan kembali melewati jalan itu maksudmu?! Tentu saja tidak!

Kau akan tidak sempurna selamanya...
Kuambil resikonya. Lebih baik daripada kembali ke sana. Aku sudah berjalan sejauh ini, tidakkah itu hanya membuang-buang waktuku saja? Aku tidak mau kembali ke sana...

Lalu bagaimana dengan Hati?
.....
.....
Seseorang akan menemukannya, membebaskan ikatannya dan mempertemukanku kembali dengan Hati. Suatu hari nanti (berdoa)

read more from my post...

Sunday, May 21, 2006

Juice dan Air Putih


21 Mei 2006

Suatu ketika, saya memesan juice untuk melepas dahaga saya siang itu. Pada hari yang panas dan segala sesuatu terasa mengisap cairan yang tersisa, tampaknya hanya juice yang bisa mencegah saya mengalami dehidrasi. Segelas juice untuk melepas dahaga di hari yang panas, alangkah nikmatnya.

Berhadapan dengan segelas juice yang sekarang menjadi milik saya, saya tersedot ke dalam suatu pengembaraan pikiran. Teman-teman saya, seperti kebanyakan orang, seringkali meminta juice untuk menyegarkan kerongkongannya. Juice, tidak dapat dipungkiri, memang menyegarkan. Tersedia dalam berbagai rasa, seringkali disajikan dalam keadaan dingin, segarnya terasa lama bahkan hingga beberapa jam setelah diminum.

N
amun juice tidak seperti air putih. Juice bukan minuman yang tepat untuk diminum dalam segala keadaan. Saya meminum juice untuk waktu tertentu saja. Sisanya, untuk menjaga organ-organ saya tetap hidup, saya memilih air putih. Betapapun menariknya juice, sesungguhnya air putih adalah teman saya yang paling setia. Air putih yang selalu membuat lidah merasakan rasa “netral” yang menjadikan saya siap mencecap rasa lain yang beraneka ragam. Juice secara otomatis meninggalkan rasa manis, namun saya tak suka mencecap rasa manis terus menerus.

Istimewanya juice. Betapa dibutuhkannya air putih. Saya membutuhkan keduanya. Memang menarik menganalisis peran segelas juice, namun betapa besar gunanya air putih. Untuk menemani hidup sehari-hari, saya jelas lebih memilih air putih ketimbang juice.


Namun segelas juice yang nyata masih jauh lebih berharga daripada air putih yang berasal dari oase yang maya. Oase yang tak lain hanyalah fatamorgana di tengah Sahara. Tampak menyegarkan, namun tak pernah nyata. Sebesar apapun upaya untuk mencapainya.

read more from my post...

The most vulnerable point of Achilles


21 Mei 2006

Achilles, pahlawan dari zaman perang Troya, kuat melawan prajurit mana pun. Siapa pun. Tangguh dalam perang apapun. Achilles, mendapatkan kekuatannya setelah ditenggelamkan terbalik pada sungai (sungai entah apa saya lupa), oleh ibunya ketika bayi. Mata kakinya yang tidak ikut terendam dalam sungai, menjadi bagian terlemah dari dirinya. Pada mata kaki itulah, ibunya menumpu berat tubuh Achilles kecil.

Seorang teman bercerita, kadang dia merasa seperti Achilles. Dia yakin dulu ibunya merendam dirinya pada sungai yang sama seperti ibu Achilles merendam anaknya. Mungkin belajar dari pengalaman orang lain, ibu teman saya itu merendam anaknya dengan posisi yang berbeda. Alih-alih menenggelamkan dengan posisi terbalik, teman saya direndam seluruh tubuhnya, dalam posisi telentang. Karena itulah, dia merasa kuat dan berani melakukan hal apapun juga. Namun, tampaknya ibunya menenggelamkan dia hanya sebentar. Sepertinya air sungai belum cukup meresap ke organ-organ dalam tubuhnya. Her heart became her vulnerable point since that.

Itukah sebabnya hatinya terlampau rapuh? Terlampau sensitif sehingga luka sedikitpun dapat melemahkannya?

read more from my post...

Saturday, April 15, 2006

Penelitian di ibukota...aiiihh

15 April 2006


Dua minggu belakangan ini, saya menjajal pengalaman sebagai anak kost. Tempat ngekost nya pun ngga tanggung-tanggung, di Sunter, ibukota sono. Akhirnya lengkaplah pengalaman saya sebagai mahasiswa, bisa ngekost juga meskipun dilakukan pada tingkat akhir perkuliahan.

Ngekost ini dilakukan dalam rangka pemenuhan syarat jadi sarjana. Oh well apa lagi? Skripsi tentu saja. Skripsi ngapain juga jauh-jauh ke pinggir ibukota? Tadinya malah lebih jauh lagi rencananya, pengen ngerjain skripsi di bekas ibukota Indonesia Yogyakarta. Tapi karena keterbatasan peneliti, lokasi penelitian pun akhirnya di sini ajah.

Penelitian ini sekaligus membawa kepada pengalaman magang di suatu perusahaan besar beromzet trilyunan pertahun. Saat ini saya memang jadi karyawan magang di salah satu raksasa industri Indonesia. Menyenangkan rasanya bisa melihat proses yang terjadi dalam such a big company like this. Melihat sibuknya mereka bekerja, saya merasa tertantang ingin merasakan. Mendengar selentingan jumlah gaji yang mereka dapat, makin inginlah bisa kayak gitu. Tapi mendengar bahwa sebagian dari mereka kehilangan waktu bersosialisasi dengan teman dan keluarga, kehilangan waktu membaca dan nampak seperti budak pekerjaan, miris juga rasanya. Untuk hal terakhir ini, saya bersyukur pernah jadi mahasiswa.

Satu pengalaman menarik terjadi pada minggu pertama saya magang. Hari itu ada training untuk Penyelamatan Diri pada Keadaan Darurat gitu deh. Sore itu, saya dan teman-teman baru saja datang dari lokasi penelitian. Setibanya di kantor, rupanya ada kegiatan flyingfox di lantai 5, tempat divisi saya berada. Wuuw... teman saya dari UGM ngajak untuk nyoba! Tertantang dong??!! Iyalah, pantang bagi Sanguinis Koleris menyerah begitu saja. OK ikutan!!

Hasilnya bisa dilihat pada foto yang saya lampirkan berikut hihihi...

FYI (for your information), hingga saat saya mengetik ini, rasa takut ketinggian yang saya idap belum hilang sepenuhnya, meskipun alhamdulillah sudah berkurang. Kemarin saja, saya masih naik eskalator sambil pegangan karena takut eskalatornya tiba-tiba rubuh dan .......... (terlalu imajinatif).

read more from my post...

Makrab GA

13 Maret 2006


Huhuhu...Makrab yang menyenangkan! Kemarin terlalu cape sampai ga kuat untuk nyalain komputer dan nulis ini.


Yeah kemaren emang ada malam keakraban Pengurus GA bersama Rimpala (Rimbawan Muda Pecinta Alam) sebagai bintang tamu. Ngga banyak c yang ikutan, tapi udah cukup untuk meramaikan kampung Cibatok yang sepi itu. Makrabnya dilaksanakan di rumah Ipank di cibatok, Pamijahan. Rumah itu sehari-hari emang kosong dan cuma ada perabotan makan, tikar dan bantal. Bahkan ledeng pun nggak ada! Jadilah kami berbagi air sumur dengan si kodok (namanya jadi Air Kodok).


Sebenarnya emang acara ngga di-plot untuk ngasih pelatihan jurnalistik dan motivation training dan semacamnya. So, the main reason why we organize this night is to prepare tha organization about our leaving. Di Minggu dini hari itulah pertama kali Ipank ngomongin rencana untuk turun jabatan. Memang sudah waktunya kan? Masa mau bikin rezim di sini...


Setelah curhat-curhat mengenai GA selama ini, berbagi ide mengenai rencana yang akan dilakukan untuk memajukan GA, akhirnya kami voting untuk menentukan kandidat yang akan maju ke Pemilihan Pimum. Tersebutlah dua nama calon : Adhi dan iin. Nanti bakalan diadain pemilihan yang melibatkan pengurus yang lebih banyak, mudah-mudahan sih bakalan ada nama calon lain. Biar seru kampanyenya.


Minggu pagi, siang dan sorenya, ada acara outbond. Instrukturnya bintang tamu dari Rimpala itu. Lumayan melelahkan, tapi menyenangkan. Akhirnya setelah bertahun-tahun mengenal apa itu flyingfox, baru kali ini gw berani coba. Biarpun menurut Adhi ngga tinggi-tinggi amat (karena anak Rimpala biasa pake yang lebih tinggi), gw anggap kemarin itu udah sebuah prestasi untuk gw. Iyalah, orang-orang kan nggak tau segimana takutnya gw ketika berada di ketinggian. Jangankan menara bambu yang ngga ada pegangannya gitu, eskalator aja yang jelas bentuknya dan jelas jatuhnya kemana, hingga kini gw masih ngga bisa naik turun eskalator tanpa berpegangan. Berdiri tegak pun nggak bisa. Fiuuhh...


Inti dari acara ini sesungguhnya supaya kami saling mengenal satu sama lain, menumbuhkan kecintaan terhadap organisasi dan memberikan satu momen untuk dialami bersama. Sebuah tujuan yang mulia namun gw skeptis hal semacam itu bisa tercapai hanya dalam satu momen, tapi gw sepakat pada diri sendiri untuk mendefinisikan acara ini sebagai salah satu tahapan mewujudkan tujuan tersebut.


Semoga makrab ini tidak menjadi momen yang lain, yang jadi pengalaman menyenagkan untuk kemudian berakhir sebagai kenangan indah. Gw berharap semoga momen ini bisa mengawali lahirnya GA yang baru, yang mapan berdiri pada kakinya, dan berkembang di atas pondasi yang telah kami bangun pada awal kepengurusan dua tahun lalu.

read more from my post...

Energetic

Kadang-kadang percakapan iseng bisa membuahkan ide-ide menarik ataupun peningkatan produktivitas. Percakapan iseng yang sering saya lakukan dengan teman saya, Jaiko, mungkin bagi sebagian orang dianggap sebagai stupid conversation belaka, namun kami bahagia melakukannya. Faktanya, sebagian besar percakapan iseng yang kami lakukan seringkali berujung pada ide pengembangan organisasi, bisnis baru, lomba pemikiran kritis mahasiswa ataupun solusi terhadap permasalahan bangsa. Hahaha..yang terakhir sih ngga.

Dalam sebuah percakapan iseng, saya dan Jaiko mencetuskan sebuah ide untuk mendirikan klub Cewe Single dan Produktif. Klub ini –belum dapat nama yang tepat- seperti di kalimat sebelumnya, ditujukan bagi para cewe yang single, produktif dan happy. Jaiko sempat mengusulkan nama Energetic, tapi kami belum mencapai kesepakatan tentang ini.

Beberapa rumusan definisi operasional yang kami gunakan adalah :
1.Klub : asosiasi yang beranggotakan orang tertentu yang memiliki ketertarikan yang sama terhadap suatu topik dan secara berkala melaksanakan pertemuan untuk melakukan aktivitas tertentu,
2.Cewe : manusia yang dilahirkan dengan kromosom XX (bukan manusia yang wannabe cewe), lihat kamus biologi untuk mendapatkan deskripsi ini (yup, kami memang rada-rada feminis),
3.Single : tidak terikat pada suatu hubungan romantis berupa percintaan dengan lawan jenis, baik dalam bentuk pacaran, pernikahan, ataupun kumpul kebo (karena manusia tidak selayaknya tinggal di kandang). Konsep single yang kami gunakan berbeda dengan jomblo yang lazim diucapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Perbedaan ini adalah pada pihak yang menginginkan keadaan tersebut. Seperti anda tahu, jomblo merujuk pada keadaan ‘sendirian, ingin pacaran tapi ngga bisa’. Sedangkan single adalah orang yang ‘memilih untuk sendiri, namun tidak menutup kemungkinan melepas status single sewaktu-waktu (karena menganggap ada orang lain yang mau)’,
4.Produktif : menggunakan waktu yang dimiliki untuk melakukan kegiatan yang berguna, menghasilkan sesuatu untuk kesenangan jasmani maupun rohani

Lalu, apa tujuannya kami mendirikan klub seperti ini? Ide untuk mendirikan klub ini berangkat dari keprihatinan terhadap beberapa kawan kami yang terlihat desperate menyikapi hidup karena tidak kunjung punya pacar. Kami ingin menularkan ide bahwa masih banyak hal menyenangkan di dunia ini! Alangkah sia-sianya masa kuliah kalau cuma mengharap kebahagiaan pada hal yang satu itu saja. Padahal kita masih bisa berorganisasi, memenangkan Lomba PKM, menjadi Asisten Dosen, bikin usaha pembuatan aksesoris atau berkarir sebagai Pers Mahasiswa. Itu semua adalah hal yang menyenangkan dan membuat kita menggunakan waktu dengan lebih produktif.

Kami juga punya ide untuk memberikan konseling untuk kawan-kawan yang memang punya masalah dalam percintaan. Klub ini bukan klub yang teramat eksklusif, jadi siapa pun yang memenuhi syarat bisa bergabung.

Kami ngga anti pacaran kok, buktinya kami punya peraturan : keanggotaan dalam klub ini berakhir bila anggota memutuskan untuk mengakhiri masa single-nya ;-) Hahaha ...

“Just enjoy this life!!” (Anandita, 2005)

read more from my post...

Saturday, April 08, 2006

Flying fox di gedung Astra


hehehe....mu pamer..
ini lho salah satu acara magang di Astra itu..

ini bukan cuma sekedar pembuktian ke Koleris-an gw (ga mau kalah) ataupun sanguinis-an gw (banci panggung) lho, ini untuk.....

....mencoba menaklukkan rasa takut ketinggian yang membebani gw selama ini, selebihnya emang tertantang oleh ledekan orang2 di sana..

read more from my post...

Tuesday, February 14, 2006

Love, .........who??

Seseorang berkata, bahwa tidak ada ucapan yang benar-benar tulus di dunia ini, yang diucapkan oleh kita manusia biasa.


Jadi ketika kita berkata “ I Love You”, maka sesungguhnya ada kalimat yang secara bersamaan terucap dalam hati yaitu “Love me please...”.


Hahahaha.....


Untuk amannya, masih dalam rangka Hari Kasih Sayang ini, perkenankanlah saya mengajukan sebuah confession :

I REALLY LOVE ME, MYSELF AND I


Tulus dan tanpa basa basi.

read more from my post...

Hari Kasih Sayang Umat Pemuja Cinta

Hari Kasih Sayang neehh!!!!!!

Sekarang jutaan orang di seluruh dunia merayakan hal yang namanya Hari Kasih Sayang. Saya berpikir, apa ucapan yang pantas untuk merayakan hari ini? Kalo Lebaran kan, “Selamat merayakan Hari Kemenangan, mohon maaf lahir dan bathin”. Kalo Tahun Baru kan, “Selamat Tahun Baru, semoga tahun berikutnya lebih baik dan banyak hoki”. Kalo ulangtahun, “Selamat merayakan hari kelahiran, semoga Allah memberikan yang terbaik di umur yang semakin berkurang”. Kalo Hari Kasih Sayang? Mungkin kira-kira begini : “Selamat merayakan Hari Kasih Sayang, i Love you”. Garing amat.

Ah, buat saya Hari Kasih Sayang (HKS) ini ga penting-penting amat untuk dirayain. Toh bukan bagian dari tradisi sakral (misalnya adat, atau keagamaan) yang harus diperingati dan diambil hikmahnya. Setiap tahun pun berulang, lagipula kenapa gitu loh mesti dibikin satu hari khusus begini? Kayaknya kan lebih terasa berarti bila kita memiliki keterkaitan tertentu pada hari tersebut. Misalnya tanggal pertama ketemuan, tanggal mulai pacaran, tanggal lamaran, tanggal kesembuhan, dll. Ini siihh...dari jaman nenek aye masih perawan juga tau-tau udah jadi hari sakral. Kaga ada special-specialnya. Semua orang juga ngerasa HKS ini miliknya. Terlalu ikut arus. Too mainstream.

Bukannya saya mau jadi sinister terhadap segala hal yang berbau cinta-cintaan begini. Saya juga pernah mengalami ‘sesuatu’ berbeda pada hari ini di tahun-tahun lalu. Ada beberapa orang terdekat saya yang ngasih ‘sesuatu’ pada HKS ini, beberapa tahun yang lalu. Buku, permen, puisi, kaos, kartu, coklat dll. (aih... so laku banget sih?!). Pembelaan saya adalah : tapi...itu kan gw yang dikasih!! Masa ditolak c??

Satu hal yang menyenangkan yang terasa secara indrawi adalah, banyak warna pink di mana-mana!! Tercium wangi bunga dan coklat di mana-mana! Banyak diskon buat barang yang lucu-lucu! Orang-orang jadi lebih ramah (ngga ngaruh juga c). Sebenarnya ngga berkaitan secara langsung dengan datangnya bulan Februari. Maksudnya, dunia ini tidak secara otomatis jadi lebih membahagiakan dengan datangnya HKS ini. Semua hal di atas itu –tau kan yang namanya “dikondisikan”- diciptakan pihak-pihak tertentu supaya dagangannya laku. Banyak hal dibuat menyenangkan, memanjakan indra, menaikkan mood dan diteruskan kepada pembelian terhadap suatu komoditas tertentu. Komoditas ini bisa berupa benda fisik (coklat, bunga) ataupun ideologi tertentu.

Bagusnya ada hari kayak gini adalah orang-orang seakan diingatkan untuk tidak melupakan kasih sayang. Kita jadi terbawa untuk menyadari ‘oh iya ya, ada orang yang kusayang dan ada orang yang menyayangiku”. Dan pemberian hadiah (dari yang simpel seperti ucapan lewat SMS hingga paket liburan) kan bisa merekatkan hubungan antarmanusia. Itu semua tentunya disertai harapan kasih sayang yang diberikan hari ini membawa semangat untuk meneruskan di hari-hari berikutnya. Kalau suatu saat kasih sayangnya sudah terasa meredup, ah tenang saja, tahun depan HKS masih akan datang lagi. Dan bara itu akan menyala lagi. Diambil baiknya saja, setidaknya HKS ini bisa menjadi standing point untuk meningkatkan kualitas hubungan antar manusia yang (mungkin) selama ini kita terlupa untuk saling mencinta.

So, selamat merayakan Hari Kasih Sayang, i love u (aiihhh....garingnya!!!)

read more from my post...