Monday, November 21, 2005

Iklan Lux

27 November 2005

Iklan Lux terbaru (yang dibintangi Dian Sastro dan Mariana Renata) lumayan menarik perhatian saya belakangan ini. Menarik sih dengan teknik pengambilan gambar yang bagus dan objek pengambilan gambar yang bagus juga. Hanya saja ada satu hal menggelikan begitu melihat adegan pertama. Dikisahkan bahwa Mariana berhadapan dengan kesulitan dalam merangkai sesuatu (dekorasi ruangan atau pemasangan alat elektronik, mungkin? Entahlah saya tidak tahu pasti) padahal sudah ada bantuan berupa kertas petunjuk yang dia bentangkan lebar-lebar. Namun dia tampak kebingungan juga dan masih memerlukan bantuan dari teknisi yang kebetulan seorang lelaki.

Apakah iklan ini ingin menunjukkan bahwa perempuan masih perlu bantuan lelaki dalam merangkai hal-hal yang rumit? Apakah naluri kefeminisan dalam sel-sel dalam diri saya merasa tergelitik? Apakah saya yang terlalu sinis dalam mempersepsikan pesan dalam iklan tersebut?

Pertanyaan berbeda namun masih terpikir dalam koridor yang sama terlintas begitu melihat adegan kedua. Dikisahkan Dian dan Mariana sama-sama senang ketika sebuah automatic vending machine mengeluarkan sepasang sepatu yang menarik. Adegan tersebut dilatari oleh beberapa orang yang berjalan terburu-buru (tampak terjadi pada jam kerja). Seakan hanya menceritakan dua gadis yang doyan belanja, tidakkah begitu? Potret perempuan sebagai kaum hedon?

Tapi tentu saja, setiap orang berhak memaknai pesan dengan caranya masing-masing, kan?

read more from my post...

North Shore


10 November 2005

Serial North Shore, di JakTV setiap Kamis pukul 21.30 WIB

Sekarang ini serial tersebut menjadi salah satu tontonan rutin yang tak akan dilewatkan di samping sitkom-sitkom seperti Quintuplets, That 70’s Show dan Joey. Saya selalu menyenangi sitkom karena mengagumi kemampuan menghibur dari para pemainnya. Saya juga menyenangi serial drama seperti Gilmore Girls karena terasa lebih membumi dan penceritaannya bagus, tidak seperti sinetron jijay macam Bawang Merah Bawang Putih dan Bunga di Tepi Jalan.

North Shore ini lain. Serial ini menceritakan sekumpulan orang yang bergelut di bisnis perhotelan di sebuah pantai di Hawaii. *Bisnis pariwisata dan pantai, dua hal yang pernah menjadi bagian dari Daftar Cita-cita saya. Karakter tokohnya kuat dan unik satu sama lain. Berkaca padanya, saya seperti disadarkan bahwa manusia di dunia tidak semata-mata terbagi atas good guy dan bad guy. Kedua sisi itu -baik dan buruk- ada pada setiap manusia dan kadangkala sulit melabeli seseorang berdasarkan dua standar itu saja. Dalam cerita ini, pria nyaris-sempurna-tanpa-cela-dan-tampak-setia ternyata bisa juga flirting dan kemudian selingkuh. Dua orang musuh bisa juga berdampingan mengelola sebuah bisnis hotel. Salah satu yang menarik adalah, seorang bad girl pintar dan Machiavellian sejati ternyata bisa juga mendapat cinta tulus dari cowo-keren-idaman-banyak-cewe.

Fiuuwwhh..ternyata jadi orang idup susah untuk terlalu lurus-lurus aja ya? Mendekati musuh untuk kemudian mendepaknya, sesuatu yang tampak seperti cinta buta ternoda gara-gara desakan hormon, melepas impian yang sudah teraih hanya karena ada setitik keraguan ……….. well, its all so natural. Humane.

Semoga Anda tidak jadi pesimis karena selama ini menjadi orang lurus.

Karakter favorit saya adalah Alexandra Hudson (Shannen Doherty) dan Nicole Boots (Brooke Burns). Empat huruf saja : C O O L.

read more from my post...

Snape Killed Dumbledore!

29 Oktober 2005

Harry Potter and The Half-Blood Prince terbit perdana secara serentak persis sehari setelah ulangtahun saya ke-20. Jauh-jauh hari sebelumnya saya mengingatkan orang-orang terdekat bahwa buku itu bisa jadi salah satu opsi kado ulangtahun yang menarik. KKP yang sedang saya jalani saat itu membuat saya mengeluarkan biaya yang lumayan besar dan rasanya ngga tega membeli buku edisi bahasa inggris tersebut. Lagipula saya pasti akan membeli yang edisi bahasa Indonesia nantinya.

Tapi untunglah, teman saya yang baik dan kreatif bertemu orang baik di kaskus.com yang bagi-bagi link e-book. Setelah diunduh dan dicetak dari komputer, jadilah Harpot versi cetak dari PDF itu milik saya. Internet memang surga bagi komunitas pembajak seperti kami ya?

Saya menulis tulisan ini setengahnya bertujuan semacam confession, pengakuan dosa karena telah turut menyuburkan kebiasaan membajak. Setengahnya lagi karena saya memang terkesan pada prosesnya (dan hasilnya). Sudahlah, sebagian besar dari kita memang pembajak kan? Salut bagi Anda yang beralih ke software opensource atau keukeuh pengen memakai software asli, tapi kita belum bisa tegas dalam penggunaan mesin fotokopi. Terutama bagi kita yang masih mahasiswa. Susah walaupun bukan tidak mungkin.

Kembali lagi ke si Harpot PDF. Karena dicetak dalam ukuran mini (1/4 halaman kertas A4), maka Harpotnya bisa dibawa kemana-mana. Dibaca saat kuliah, duduk di angkot maupun kegiatan pribadi lainnya.

Ketika saya sedang enak-enaknya menikmati cerita tersebut di dalam ruang kuliah, salah satu teman saya dengan enaknya nyeletuk, “ntar kan Dumbledore mati tau!”. Sial. Saat itu saya berpikir, “jadi nggak seru deh”. Tapi ternyata cerita tersebut masih tetap menarik untuk dibaca, walaupun sudah diketahui klimaksnya.

Snape Killed Dumbledore!

Memang benar pada episode kali ini tokoh super duper wise itu dimatikan. Ngga nyangka karena sejak awal kemunculannya dia selalu digambarkan sebagai ‘penyihir terbesar abad ini, satu-satunya yang U-Know-Who takuti”. Tapi toh dia mati juga. Pembunuhnya juga adalah orang yang tidak saya sangka sebelumnya -entahlah, apa saya memang tidak pandai menebak jalannya suatu cerita atau terlalu berbaik sangka padanya- yaitu Snape.

Walapun saya percaya sepenuhnya bahwa Harry Potter akan tetap hidup hingga akhir cerita, tak urung saya ragu juga apakah dia bisa menyelesaikan semua permasalahan pada buku terakhir. *In this case, JK Rowling does. Mungkin buku terakhir akan tebal sekali.

read more from my post...

Friday, November 11, 2005



Me and my friends.. Foto ini diambil di stand Komunikasi dan Pengembangan Masyararakat pada saat Open House Departemen di IPB bulan September lalu.

read more from my post...

cara berpikir gw...

hasil terbaru ngisi blogthings, cara berpikir gw..TIdak terlalu mengejutkan hasilnya mengingat gw sering bekerjasama dengan cowo..But 'my emotions do sway me sometimes'??heeyy...gw kan lumayan moody? Yah, apapun lah..namanya juga ngisi quiz..






Your Brain is 26.67% Female, 73.33% Male



You have a total boy brain

Logical and detailed, you tend to look at the facts

And while your emotions do sway you sometimes...

You never like to get feelings too involved


read more from my post...

Wednesday, November 02, 2005

am i a good girl, or bad?

You Are a Normal Girl

You are 60% Good and 40% Bad
Sure you've pulled some bad girl stunts in your past.
But these days, you're (mostly) a good girl.

read more from my post...

a love quote dari blogthings

Your Love Quote

You can't buy love, but you can pay heavily for it.

read more from my post...